Buah yang dalam bahasa latin disebut Garcinia Mangostana ini ternyata tak hanya memiliki bentuk yang unik, rasa buah yang manis serta enak dilihat, namun juga memiliki banyak khasiat untuk kesehatan.

Buah ini menurut banyak penelitian mengandung Xanthone yang berfungsi sebagai antioksidan dan memiliki aktifitas anti-inflamasi. Tak heran, buah Manggis dikenal sebagai buah yang memiliki kadar antioksidan tertinggi di dunia.

Indonesia sangat beruntung karena dengan kekayaan dan keanekaragaman hayatinya memungkinkan banyak sekali ditemukan sumber kesehatan alami.

Salah satunya ialah buah Manggis yang diyakini berasal dari hutan Indonesia dan Malaysia yang kemudian menyebar ke berbagai belahan dunia lainnya seperti Australia Utara, Amerika Tengah, Sri Lanka, Karibia, Malagasi dan juga Hawai.

Buah Manggis memang identik dengan daerah tropis sehingga tidak mengherankan jika mendapatkan julukan “Queen of Tropical Fruit“ (Ratunya Buah Tropis).

Selain rasa buahnya yang manis, manfaat lainnya juga bisa didapatkan dari berbagai bagian buah ini. Sari kulit Manggis misalnya, dipercaya bisa menyembuhkan sekitar 70 penyakit ringan bahkan berat semacam darah tinggi, psoriasis, jantung, diabetes, kanker sampai stroke.

Dengan sederet manfaat dan khasiat buah Manggis, terutama kulitnya, harganya pun semakin mahal. Berikut ini beberapa fakta tentang buah Manggis.

Ada banyak khasiat yang dimiliki oleh Manggis ini, dimana tak hanya buah dan kulitnya saja yang bisa dimanfaatkan untuk mengobati berbagai keluhan penyakit manusia. Namun, bagian daun, kulit kayu, dan bagian-bagian lainnya juga bisa dimanfaatkan untuk mengobati penyakit.

Guru Besar MIPA Universitas Padjajaran Bandung, Prof. Dr. H.R. Sidik, telah meneliti manfaat dari Garcinia Mangostana ini. Beliau menjelaskan bahwa buah Manggis memiliki cabang yang teratur, kulit berwarna cokelat, berbatang kayu keras dan bergetah.

Kulit buahnya bisa dipakai untuk mengobati penyakit seperti diare, sariawan atau pun disentri dengan cara yang sangat sederhana (tanpa mesti diolah secara rumit).

Untuk mengobati diare, Anda tinggal mencuci kulit buah Manggis, kemudian dipotong-potong dan direbus dengan sekitar 2 gelas air sampai volume airnya menyusut setengahnya.

Rebusan airnya yang sudah dingin kemudian diminum. Untuk mengurangi rasa yang kurang enak bisa ditambahkan madu. Rebusan kulit Manggis ini diminum 2 kali saja dalam sehari.

Cara yang sama juga bisa dilakukan untuk mengobati penyakit sariawan dan disentri. Perbedaannya hanya terletak pada volume air yang digunakan untuk merebus.

Untuk mengobati disentri, Anda harus merebus kulit buah Manggis dengan 3-4 gelas air dan diminum dengan dosis 2 gelas sehari. Sedangkan untuk mengobati sariawan, air rebusan kulit buah Manggis cukup dikumur-kumur saja sebanyak 3-6 kali dalam sehari.

Fakta lain dari tanaman Manggis ialah daya anti-mikroba terhadap beberapa jenis bakteri dan jamur. Beberapa jenis jamur yang bisa dihambat pertumbuhannya meliputi Drechel Oryzae, Fusarium Oxysporum f, Alternia Tenuis maupun Vasinfektum.

Prof. Sidik telah melakukan penelitian terhadap aktifitas Xanton yang terkandung dalam kulit buah Manggis yang ternyata bisa menahan laju pertumbuhan Staphylococcus Aureus yang sangat resisten terhadap antibiotik Metisilin.

Hasilnya menunjukkan bahwa salah satu derivasi Xanton, Alfamangostin, mampu menghambat bakteri tersebut dengan MIC (minimum inhibitory concentration) sebesar 1,57-12,5 µg/mL.

Dengan banyaknya manfaat yang terkandung dalam buah Manggis maka tak heran jika buah eksotis ini banyak diburu, terutama oleh mereka yang mendalami pengobatan herbal. Patut diketahui bahwa sebelum manfaat kulit Manggis booming, manfaat buah dan daunnya telah diketahui khalayak.

Sebagaimana diketahui, sejak 20 tahun silam usaha untuk melakukan berbagai penelitian dan pemanfaatan tanaman yang memiliki manfaat bagi kesehatan manusia, salah satunya buah Manggis, terus meningkat.

Seruan back to nature yang didengung-dengungkan banyak kalangan, para aktifis kesehatan, pemerintah, LSM, dan lainnya membuat kepedulian dan keinginan untuk melirik obat-obat yang terbebas dari bahan kimia semakin signifikan.

Oleh karena itu, kulit buah Manggis yang terbukti secara ilmiah dan empiris bisa menyembuhkan banyak penyakit, diburu banyak orang baik oleh para herbalis ataupun “pasien” yang juga ingin merasakan manfaat buah tersebut.

Berikut ialah uraian singkat mengenai manfaat dan khasiat buah Manggis. Ulasan terperinci akan dijabarkan dalam artikel berjudul Khasiat Kulit Buah Manggis.

  • Mencegah penyakit yang mematikan seperti Diabetes, Alzheimer, Jantung dan lainnya.
  • Menyembuhkan dan mencegah penyakit kanker.
  • Melawan radikal bebas.
  • Bermanfaat untuk mengurangi berat badan.
  • Mengurangi tekanan darah tinggi.
  • Menjaga saluran kencing.
  • Memelihara pencernaan.
  • Menyembuhkan penyakit Asma.
  • Mengatasi gangguan pernafasan.
  • Bermanfaat untuk menurunkan kolesterol.
  • Mencegah terjadinya gangguan penglihatan.
  • Bermanfaat untuk mengatasi batu ginjal

BUKTI ILMIAH DAN EMPIRIS TENTANG KULIT BUAH MANGGIS

Kulit buah Manggis Kulit buah Manggis Shutterstock
Share

Manfaat dan khasiat yang dimiliki oleh kulit buah manggis bukan isapan jempol belaka. Banyak orang telah membuktikannya baik masyarakat awam maupun kalangan peneliti yang selalu berusaha untuk mengungkapkan bukti ilmiah, valid, dan empiris untuk mendukung keyakinannya bahwa memang benar kulit buah Manggis memiliki khasiat ampuh untuk mengobati beragam penyakit.

Kulit buah Manggis ini dipercaya dan telah terbukti ampuh dalam melawan kanker, penyakit jantung, diabetes dan beberapa penyakit berat lainnya.

Laurent Garcin yang berkebangsaan Prancis adalah sang penemu yang pertama kali memberi nama buah Manggis dengan sebutan Garcinia Mangostana. Itu terjadi pada abad ke-16.

Namun, Garcin hanya berperan dalam memberikan nama buah yang kini telah diakui memiliki banyak khasiat untuk kesehatan manusia. Sampai akhirnya pada tahun 1993, seseorang berkebangsaan Jepang bernama Munekazu Iiunama berinisiatif untuk mengumpulkan kulit buah Manggis dari berbagai pelosok Nusantara.

Setelah lumayan terkumpul banyak, kulit Manggis tersebut kemudian dibawa ke Gifu Pharmaceutical, Jepang untuk diteliti. Setelah kulit buah Manggis berada di Jepang, tim peneliti yang terdiri dari Kenji Matsumoto, Munekazu Iinuma sendiri, dan beberapa orang lainnya, mengekstrak kulit buah Manggis yang sudah kering tersebut dengan benzena, aseton, alkohol 70% dan heksana.

Dari proses ekstraksi tersebut ternyata menghasilkan enam turunan xanthone yang merupakan senyawa utama yang terkandung dalam buah Manggis. Derivasi xanthone tersebut terdiri dari a-mangostin, b-mangostin, g-mangostin, mangostinone, garcinone E, 2-isoprenyl-1, 7-dihydroxy-3-methoxyxanthone.

Tak berhenti sampai disitu, para ilmuwan tersebut kemudian mengambil sel penyebab leukemia seperti K562, HL60, NB4, U937 dari Ibaraki, Jepang. Selanjutnya sel kanker yang menjadi penyebab leukemia tersebut kemudian dikulturkan.

Lalu, senyawa xanthone dari kulit buah Manggis dilarutkan kedalam kultur sel penyebab leukemia tadi. Hasilnya cukup mengejutkan, yakni a-mangostin yang merupakan salah satu unsur turunan dari xanthone berperan dalam memicu proses apoptosis sel leukemia.

Hasil penelitian tersebut seolah telah menjadi pemicu untuk memunculkan hasil-hasil penelitian lainnya tentang kevalidan kulit buah Manggis yang mengandung banyak manfaat.

Pasca-penelitian oleh tim Munekazu, penelitian lainnya di Swiss menemukan bahwa xanthone dalam kulit buah Manggis mampu mengatasi depresi.

Kemudian sekitar tahun 1996, diadakan dua penelitian lainnya di Taiwan. Dimana penelitian yang satu menemukan bahwa xanthone berkhasiat dalam mengatasi depresi, dan penelitian lainnya menemukan bahwa xanthone berperan juga sebagai anti-kanker.

Di kawasan Oregon Amerika Serikat, penelitian xanthone berakhir pada kesimpulan bahwa senyawa yang satu ini ampuh untuk penyakit malaria. Sampai akhirnya pada medio 1997-2004 penelitian terhadap kulit buah Manggis ini dilakukan di berbagai penjuru dunia dan hasilnya sangat beragam: bermanfaat untuk menyembuhkan tuberkulosis, kanker payudara, diabetes, maupun arthritis.

Agung Endro Nugroho ialah salah satu ilmuwan Indonesia yang ulet dalam melakukan penelitian terhadap kandungan dan khasiat kulit buah Manggis.

Hasil temuannya memperlihatkan bahwa kulit Manggis mengandung setidaknya 50 senyawa xanthone yang memiliki sifat antioksidan, anti-alergi, anti-tumor, anti-histamin dan anti-inflamasi.

Turunan xanthone yang memiliki efek farmakologi ialah alfa-mangostin, beta-mangostin dan garcion E. Tahukah Anda bahwa mangostin dan gamma-mangostin mampu berperan sebagai anti-oksidan yang sanggup mencegah aktifitas virus HIV.

Sedangkan alfa-mangostin dan garcinon-E berperan dalam menumpas sel kanker yang menggerogoti tubuh manusia. Bagi Anda yang menderita penyakit mahal seperti jantung pun rupanya sudah bisa bernafas lega dengan adanya kulit buah Manggis ini karena salah satu turunan xanthone juga bisa berperan dalam mengobati penyakit yang satu ini.

Antioksidan yang terkandung dalam xanthone ini merupakan yang tertinggi di dunia. Kandungan antioksidannya mencapai 66,7 kali antioksidan pada wortel, atau 8,3 kali dari kulit jeruk.