Penetapan UMK Medan 2013 ,, Ditunda ?!!!??

Pemerintah Kota Medan masih akan menggantung keputusan terkait penetapan Upah Minimum Kota (UMK) 2013. Wali Kota Medan saat ini masih menunggu keputusan revisi Upah Minimum Provinsi (UMP) yang dijanjikan Plt Gubernur Sumut.

Wali Kota Medan Rahudman Harahap mengatakan, saat ini Pemkot Medan telah menyiapkan tim untuk turun langsung ke perusahaan-perusahaan, guna menjelaskan kepada pengusaha dan sekaligus buruh, terkait penetapan upah, serta standart upah yang diperuntukkan untuk kategori pekerja lajang bermasa kerja di bawah satu tahun.

Tim yang dibentuk itu terdiri dari unsur pengusaha, akademisi, serikat buruh dan perwakilan pemerintah. Sehingga nantinya pendekatan terhadap pengusaha dan pekerja dapat digunakan dengan pendekatan yang terbaik.

“Kita akan turunkan langsung tim yang terdiri dari semua unsur penetap upah ke perusahaan-perusahaan, untuk melakukan sosialisasi. Sampai hari ini saya belum menandatangani keputusan UMK. Kita tunggu dulu revisi dari UMP dari Gubernur,” katanya di Medan, dikutip Minggu 25/11/2012).

“Tapi saya tekankan, bahwa keputusan upah nantinya tidak akan memuaskan semua pihak. Namun yang pasti, kita harap semuanya sadar jika upah minimum hanyalah untuk pekerja lajang di bawah masa kerja satu tahun. Sementara yang lain akan diberlakukan upah berjenjang berdasarkan sektor masing-masing,” tambah dia.

Sementara, Ketua Pekerja Muslim Indonesia Kota Medan, Indra Syafii, mengatakan dewan pengupahan menyimpulkan jika keputusan terkait UMK yang sebelumnya telah diambil dewan pengupahan telah sesuai dengan prosedur dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

“Tidak ada satupun kesalahan dalam proses penetapan UMK. Semuanya sudah sesuai prosedur, undang-undang dan Keputusan Menteri Tenaga Kerja. Tidak ada keraguan soal itu. Dan perlu kami sampaikan, dalam memuruskan UMK tersebut tidak ada iming-iming atau imbalan yang kami terima, seperti yang selama ini beredar di luar,” kata dia.

KHL rata-rata Kota Medan 2013 sendiri senilai Rp1,315 juta, jumlah itu yang dijadikan dasar penetapan upah sebesar Rp1,460 juta oleh Dewan Pengupahan Kota. Dengan ketentuan itu, akan ada penambahan lima persen upah sektoral, atau sekira Rp1,533 juta untuk pekerja berstatus lajang, dan bisa mencapai Rp1,650 juta untuk upah berjenjang dan bagi pekerja yang telah berkeluarga. Sektor pekerjaan sendiri di Medan, dibagi atas 54 sektor.