Karbohidrat merupakan senyawa karbon, hydrogen dan oksigen yangterdapat dalam alam.Karbohidrat adalah polihidroksildehida dan keton polihidroksil atauturunannya. Selain itu, ia juga disusun oleh dua sampai delapan monosakaridayang dirujuk sebagai oligosakarida. Karbohidrat mempunyai rumus umumCn(H2O)n. Rumus itu membuat para ahli kimia zaman dahulu menganggap rbohidrat adalah hidrat dari karbon.Penting bagi kita untuk lebih banyak mengetahui tentang karbohidrat beserta reaksi-reaksinya, karena ia sangatpenting bagi kehidupan manusia dan mahluk hidup lainnya. Karbohidrat yang tidak bisa dihrolisis ke susunan yang lebih simpel dinamakan monosakarida, karbohidrat yang dapat dihidrolisis menjadi duamolekul monosakarida dinamakan disakarida. Sedangkan karbohidrat yang dapat dihidrolisis menjadi banyak molekul monosakarida dinamakan polisakarida.

Banyak tes digunakan untuk mengetahui karakteristik karbohidrat. UjiMolisch adalah pengujian paling umum untuk semua karbohidrat, ini berdasarkemampuan karbohidrat untuk mengalami dehidrasi asam katalis untuk menghasilkan fulfural atau 5 hydroxymethylfurfural. Uji Selliwanoff digunakan untuk membedakan ketosa (enam karbon gula yang mengandungketon pada ujung sisi) dan aldosa (enam karbon gula yang mengandung aldehidpada ujung). Keton mengdehidrasi dengan cepat menghasilkan 5hydroxymethylfurfural, sedangkan aldosa lebih lambat. Sekali 5hydroxymethylfurfural dihasilkan, akan bereaksi dengan resosinolmenghasilkan warna merah. Uji Benedict digunakan untuk menentukanmonosakari dan disakarida yang mengandung grup aldehid yang dapatdioksidasi asam karboksil. Gula akan mereduksi ion kupri pada larutanBenedict. Uji Barfoed untuk memisahkan antara monosakarida dengandisakarida yang dapat mereduksi ion kupri. Reagen barfoed bereaksi denganmonosakarida untuk menghasilkan kupri oksida lebih cepat dibanding disakarida

Bahan.
Uji Molish
 Larutan Glukosa 0,02 M
 Larutan Amilum 0,02 M
 Air
 Alpha naphtol 5 %.
 Asam Sulfat Pekat
 Uji Benedict
 Larutan Benedict
 Larutan Glukosa 0,01 M ; 0,02 M ; 0,04 .
 Uji Barfoed
 Larutan Glukosa 0,01 M
 Larutan Fruktosa 0,01 M
 Larutan Laktosa 0,01 M
 Larutan Sakarosa 0,01 M
 Larutan Barfoedd.
 Uji Selliwanoff
 Larutan 0,01 M Glukosa
 Larutan 0,01 M Fruktosa
HCl
 Larutan resosinol
Cara Kerja
Uji Molich
a. 3 tabung reaksi bersih disiapkan, masing-masingdiisidengan larutan glukosa, amilum, dan air
b. 2 tetes larutan alpha naptol dicampur dengan baik
c. 2 tetes larutan alpha naptol dicampur dengan baik 3 ml larutan H2SO4pekat ditambahkan hingga nampak 2 lapisan
d. Diamati timbulnya warna pada perbatasan kedua lapisan
Uji Benedict
a. 3 Tabung reaksi disiapkan dan ditambahkan masing-masing larutan glukosa 0,01 M ; 0,02 M ; 0,04 M
b. Dipanaskan dalam air mendidih selama 10 menit
c. Diamati perubahan yang terjadi dan dibandingkan
Uji Barfoed
a. 4 tabung reaksi disiapkan dan diisi 5 ml masing -masing Larutan Glukosa 0,01 M ; Larutan Fruktosa 0,01 M ; Larutan Laktosa 0,01 Mdan Larutan Sakarosa 0,01 M
b. Dipanaskan secara bersama-sama pada penangas air mendidih selama10 menit, lalu didinginkan segera
c. Dibandingkan kecepatan mereduksi satu sama lain
Uji Selliwanoff
a. 2 Tabung reaksi disiapkan dan diisi dengan larutan 0,01 M glukosadan 0,01 M Fruktosa
b.  Ditambahkan 1ml HCl pekat
c. Dicampur dan dipanaskan dalam penangas air selama 10 menit
d.Ditambahkan 0,5 ml larutan resolsinol 0,5 %
e. Dicatat perubahan warnanya
 Pembahasan Analisa Percobaan
Percobaan mengenai karbohidrat yang pertama adalah uji Molisch.Sampel yang digunakan adalah glukosa 0,02 M, amilum 0,02 M danair. Sampel ditambah alpha naphthol 5% dan asam sulfat pekat, makaakan timbul perubahan pada glukosa dan amilum dimana terdapatcincin warna ungu. Hal ini terjadi karena asam sulfat dapatmenghidrolisa ikatan glikosidik (ikatan antara satuan dasar yang satuterhadap yang lainnya) karbohidrat menjadi monosakarida, selanjutnyamenjadi dehidrasi membentuk furfural dan derivatnya Penambahan alpha naptol menyebabkan warna ungu. Sedangkankanpada air tidak memberikan perubahan apapun karena air bukanmerupakan karbohidrat yang mempunyai ikatan glikosidik (ikatan antarmolekul satuan dasar yang satu terhadap yang lainnya) jadi warna akhirnya tidak terbentuk warna ungu
Uji Benedict menggunakan sampel glukosa dengan konsentrasiberbeda yaitu 0,01 M ; 0,02 M ; dan 0,04 M. Sampel ditambahkanlarutan Benedict dan dipanaskan selama 10 menit. Hasil yang didapatadalah endapan merah pada dasar tabung reaksi. Munculnya endapanmerah karena sakarida

dengan bentuk gugus aldehid (aldosa), dapatberperan sebagai reduktor yang mereduksi Cu2+
pada reagen benedict menjadi Cu+pada Cu2O yang merupakan endapan merah bata padaakhir reaksi ini. Kecepatan mereduksinya sebanding dengan besarnyamolaritas glukosa. Jadi makin besar molaritas glukosa, kecepatanmereduksinya makin cepat, begitu juga sebaliknya, begitu juga denganendapan yang terbentuk, makin besar molaritas glukosa makin banyak

endapan. Pada uji benedict ini yang paling cepat mereduksi adalahglukosa 0,04 M lalu glukosa 0,02 M, dan yang paling akhir adalah glukosa 0,01 M
 disakarida. Pada praktikum ini menggunakan empatvarian sampel yaitu Fruktosa, Laktosa, Sakarosa, dan Glukosa. Keempatlarutan sampel tersebut diberi larutan Barfoed lalu dipanaskan secarabersama-sama. Hasil yang didapat adalah larutan

 –
larutan tersebut adayang menghasilkan endapan merah bata. Larutan yang menghasilkanendapan merah bata adalah Frukktosa dan Glukosa, hal ini menujukkanbahwa kedua larutan tersebut adalah monosakarida. Larutan Barfoedhanya dapat direduksi oleh monosakarida.
Pereduksi ini disebabkansakarida mempunyai gugus aldehid atau keton bebas, yang mempunyaisifat mereduksi. Sifat ini dapat diketahui dengan menambahkan ion kupridalam suasana alkalis ke dalam larutan barfoed yang nantinya terbentuk endapan Cu2O yang berwarna merah bata. Sedangkan pada Laktosa danSukrosa tidak terdapat endapan maka kedua larutan tersebut merupakan isakarida. Pada uji Barfoed, yang terdeteksi monosakarida membentuk endapan merah bata karena terbentuk hasil Cu2O
Uji Selliwanoff ini menggunakan sampel glukosa 0,01 M danfruktosa 0,01 M yang nantinya direaksikan dengan HCl dan resolsinol.Sebelum ditambahkan resosinol larutan tersebut dipanaskan terlebihdahulu. Hasil yang didapat setelah penambahan resosinol adalahperubahan warna fruktosa dari bening menjadi merah, sedangkanglukosa tidak mengalami perubahan warna. Fruktosa mengandunggugus keton sehingga lebih cepat bereaksi dari glukosa yangmengandung gugus aldehid, karena gugus keton langsung didehidrasimenjadi furfural sedangkan gugus aldehid mengalami transformasidahulu menjadi ketosa kemudian didehidrasi menjadi furfural. Larutan – larutan tersebut tidak menghasilkan endapan. Pada setiap percobaan,perubahan warna terjadi sesuai dengan teori dimana fruktosa akanmenghasilkan endapan merah sedangkan glukosa tidak. Uji Seliwanoff ni digunakan untuk menentukan monosakarida aldosa maupun ketosa.